Selasa, 24 November 2009 - 23:36:18 WIB
Alasan Ilmiah, Mengapa Pandangan Mata Harus Dijaga
Diposting oleh : ina yanuar rukmayanti
Kategori: Agama
- Dibaca: 40 kali
Allah menjaga manusia dengan Cara yang Indah. Dengan Aturan yang menyeluruh. Mungkin terkadang terasa terkekang, tapi itu bukti cintaNya. Karena perasaan terkekang itu lahir karena ketidaktahuan kita akan kebaikan yang terkandung dalam peraturan itu.
Al-Qur'an surat An-Nur ayat 30-31 memerintahkan kita (baik laki-laki maupun perempuan) untuk menahan pandangan. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu dan merasakan kenikmatan menundukkan pandangan. Tetapi, apa yang menyebabkan pandangan itu begitu berhaya?
Daniel Golemen dalam bukunya Social Intelligence mengatakan bahwa ketika mata kedua orang bertemu, mereka memiliki area-area orbitrofrontal yang saling terhubung, yang amat sensitif pada petunjuk seperti kontak mata. Jalur sosial ini memainkan peran kunci dalam mengenali keadaan emosi orang lain.
Secara lebih spesifik, mata berisi proyeksi saraf yang secara langsung membawa struktur otak utama bagi empati dan emosi yang cocok, area korteks orbitofrontal (OFC) yang merupakan bagian dari korteks prafrontal oleh karena itu dikatakan bahwa mata menawarkan kilasan atas perasaan paling pribadi seseorang.
OFC secara langsung menghubungkan neuron ke neuron, tiga area utama otak: korteks (otak berpikir), amigdala (titik reaksi untuk banyak reaksi emosi), dan batang otak (untuk respon otomatis). Hubungan yang ketat ini menunjukkan mata rantai yang cepat dan kuat, yang memfasilitasi koordinasi instant pikiran, perasaan, dan tindakan. Dijelaskan pula, ketika pandangan mata bertemu, sebelum kita sepenuhnya sadar tentang perasaan-perasaan yang sedang ada dalam diri, kita akan sudah memulai bertindak terhadap perasaan-perasaan kita.
Jika iman kita sedang OK, mungkin kita mampu untuk mengontrol tindakan. Tetapi, apa kita yakin kita selalu berada pada kondisi keimanan yang baik? Sedangkan Rasulullah dalam hadistnya mengatakan bahwa Iman itu naik dan turun. Yup.. Semoga Kita mampu menjaga pandangan-pandangan kita…
Syifa Fauziah
(Family and Consumer Science-IPB)
Sumber:
Goleman, Daniel. 2007. Social Intelligence: The New Science of Human Relationship. Hariono S. Imam, Penerjemah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

0 Komentar :
Isi Komentar :